“Jika risiko-risiko ini tidak dimitigasi dengan baik, dampaknya sangat signifikan seperti meningkatnya biaya kesehatan, penurunan kualitas hidup tenaga kerja, serta kerugian produksi,” ucap Arnold Firdaus.
Melalui pengendalian semua potensi bahaya hingga mencapai standar aman, lingkungan kerja yang sehat dan aman dapat tercipta. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas tenaga kerja, tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian nasional.
Pemerintah menegaskan komitmen penuh dalam Pembangunan kualitas SDM dan penerapan budaya K3 yang unggul. Lanjut Arnold Firdaus, saat ini Disnakertrans Sulteng melakukan berbagai upaya seperti penyusunan dan pembaharuan norma standar prosedur bidang K3, meningkatkan pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan, penguatan profesionalisme pengawas ketenagakerjaan dan penguji K3 serta pengembangan kompetensi bagi SDM bidang K3.
Di tempat yang sama, Direktur Operasional PT IMIP, Irsan Widjaja mengatakan, disadari bahwa besarnya tantangan dalam urusan K3 karena kesehatan dan keselamatan kerja merupakan tanggung jawab kita semua dalam menghargai kehidupan baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari sebuah organisasi
Pada aspek administratif serta teknis, implementasi SMK3 dari hulu sampai hilir menjadi sangat mendesak untuk diwujud nyatakan guna menekan angka kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja
Namun kesemuanya itu, kata Irsan Widjaja, tidak akan terjadi jika kita gagal menyadari pentingnya kesadaran serta konsistensi dalam menerapkannya guna mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja sebagai sebuah budaya dan gaya hidup keseharian kita.